Lompat ke konten

BETAPA INDAHNYA PEMBAWA KABAR BAIK

Loading

Teks: Yesaya 52:7. Pdt. Dr. (Cand.) Yanvantius Tulai, M.Th. Teks: Yesaya 52:7

“Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabarbaik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: ‘Allahmu itu Raja!’”

Gagasan Besar (Big Idea)

KABAR BAIK ITU INDAH

KARENA ALLAH DATANG SEBAGAI RAJA

UNTUK MENYELAMATKAN UMAT-NYA.

PENDAHULUAN

Kita perlu memperhatikan bahwa pusat ayat ini bukan sebenarnya keindahan sang pembawaberita, melainkan keindahanberita yang dibawanya.

John N. Oswalt menjelaskan gambaran ayat ini sebagai sebuah kota yang menunggu berita dari medan pertempuran. Seorang pembawa berita terlihat datang melintasi pegunungan. Ia datang bukan untuk memberi strategi bagaimana memenangkan perang, melainkan untuk mengumumkan bahwa kemenangantelahterjadi.

Ray Ortlund menangkap nuansa yang sama: sang nabi bersukacita melihat pembawa berita datang membawa kabar mengenai pemerintahanKristusatassegalasesuatu yang melawanumat-Nya.

Ini memberikan definisi Injil yang sangat penting:

INJIL BUKAN PERTAMA-TAMA NASIHAT.

INJIL ADALAH BERITA.

Nasihat mengatakan:

Lakukanlahini.”

Berita mengatakan:

“SESUATU TELAH TERJADI!”

Pembawa berita itu tidak datang berkata:

“Saya mempunyai beberapa petunjuk agar kita mungkin memenangkan peperangan.”

Ia datang berkata:

“KEMENANGAN TELAH TERJADI!”

Di sinilah kita masuk kepada empat isi berita dalam Yesaya 52:7.

I. KABAR BAIK ITU ADALAH BERITA DAMAI

“…yang mengabarkanberitadamai….”

Kata yang digunakan adalah šālôm.

Ini lebih luas daripada sekadar tidak adanya konflik. Di dalam konteks Yesaya, damai berkaitan dengan pemulihan yang Allah kerjakanbagiumat-Nya.

Israel berada dalam keadaan tertindas. Sion digambarkan seperti orang yang terbelenggu. Karena itu sebelumnya Allah berkata:

Kebaskanlahdebudaripadamu, bangunlah, haiYerusalem yang tertawan! Tanggalkanlahikatan-ikatandarilehermu….”
 Yesaya 52:2

Kemudian pembawa berita datang:

DAMAI!

Mengapa sekarang ada damai?

Bukan karena musuh tiba-tiba menjadi baik.

Bukan karena Israel menjadi lebih kuat.

Tetapi karena:

ALLAH BERTINDAK MENYELAMATKAN.

Keil dan Delitzsch melihat Yesaya 52:7–10 sebagai sukacita atas keselamatan Allah yang sedang diwujudkan. Pembebasan dari Babel menjadi latar historisnya, tetapi pemberitaan itu bergerak kepada berita yang jauh lebih besar: pemerintahan Allah sebagai Raja-Penebus.

Dan ketika kita membaca Yesaya dalam keseluruhan kanon Alkitab, damai itu mencapai penggenapannya di dalam Kristus:

Sebabitu, kita yang dibenarkankarenaiman, kitahidupdalamdamaisejahteradengan Allah oleh karenaTuhankita, YesusKristus.”Roma 5:1

Perhatikan baik-baik:

Bukan pertama-tama:

damaidengankeadaan.

Tetapi:

DAMAI DENGAN ALLAH.

Ilustrasi

Bayangkan dua negara sedang berperang.

Tiba-tiba tembakan berhenti.

Apakah perang sudah selesai?

Belum tentu.

Mereka membutuhkan pengumuman resmi:

“PERDAMAIAN TELAH DITETAPKAN.”

Demikian pula Injil.

Perasaan tenang tidak mendamaikan kita dengan Allah.

Agama tidak mendamaikan kita dengan Allah.

Aktivitas gerejawi tidak mendamaikan kita dengan Allah.

Dasar perdamaian kita adalah:

KRISTUS.

Aplikasi

Mungkin seseorang sudah lama menjadi Kristen, bahkan aktif melayani, tetapi masih berpikir:

Apakahsayasudahcukupbaiksehingga Allah menerimasaya?”

Injil membalik pertanyaannya.

Bukan:

Apakahsayacukupbaik?”

Tetapi:

“APAKAH KRISTUS CUKUP?”

Dan jawabannya:

YA.

II. KABAR BAIK ITU ADALAH BERITA KESELAMATAN

“…yang memberitakankabarbaik, yang mengabarkanberitaselamat….”

Kata “membawa kabar baik” berhubungan dengan kata Ibrani bāśar.

Inilah dunia konsep yang kemudian berhubungan dengan euangelion — Injil, kabar baik.

John Oswalt memperhatikan bahwa gambaran Yesaya adalah pembawa berita yang datang dari medan perang membawa kabar bahwa kemenangantelahterjadi.

Karena itu:

INJIL ADALAH BERITA KEMENANGAN ALLAH.

Ini membedakan Injil dari agama.

Agama berkata:

MANUSIA → mencari → ALLAH

Tetapi Injil berkata:

ALLAH → DATANG → MENYELAMATKAN MANUSIA

Itulah sebabnya Paulus dapat merangkum Injil:

Kristustelahmatikarena dosa-dosa kita, sesuaidengan Kitab Suci, bahwa Ia telahdikuburkan, dan bahwa Ia telahdibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuaidengan Kitab Suci.” 1 Korintus 15:3–4

Perhatikan kata kerjanya:

telahmati.

telahdikuburkan.

telahdibangkitkan.

Semuanya menunjuk kepada:

SESUATU YANG ALLAH TELAH KERJAKAN.

Definisi Injil dalam tradisi Reformed juga menempatkan kematian dan kebangkitan Kristus sebagai pusat kabar baik: melalui Kristus orang berdosa diampuni, diperdamaikan dengan Allah, dibenarkan, dikuduskan, dan menerima pengharapan hidup kekal.

Bryan Chapell merumuskannya secara sangat indah:

“What God requires, he provides.”
 (Apa yang Allah tuntut, Allah sendiri menyediakannya.)

Kalimat itu sangat baik untuk khotbah.

APA YANG ALLAH TUNTUT,

ALLAH SENDIRI MENYEDIAKANNYA DI DALAM KRISTUS.

HubungandenganYesaya 53

Ini sangat penting.

Yesaya 52:7 memberitakan:

KESELAMATAN!

Tetapi beberapa ayat kemudian kita memasuki:

HAMBA TUHAN YANG MENDERITA.

Tetapidiatertikam oleh karenapemberontakankita, diadiremukkan oleh karenakejahatankita….” Yesaya 53:5

Jadi kita dapat mengatakan:

YESAYA 52 MEMBERITAKAN KESELAMATAN.

YESAYA 53 MENUNJUKKAN HARGA KESELAMATAN.

Kabar baik itu gratis bagi kita.

Tetapi:

ANUGERAH TIDAK MURAH.

Keselamatan dibayar melalui penderitaan Sang Hamba.

Kajian Injili terhadap Yesaya juga menghubungkan Yesaya 52:13–53:12 dengan Hamba yang sekaligus menjalankan fungsi imam dan korban, yang dalam penggenapan kanonik menunjuk kepada Kristus.

Ilustrasi

Seorang narapidana menerima pemberitahuan:

“Utang hukuman Anda telahdibayar. Anda bebas.”

Pertanyaan pertama:

Siapa yang membayarnya?” Atau Siapa yang membayarhutang dosa?

Salib menjawab:

KRISTUS.

III. PUSAT KABAR BAIK:

“ALLAHMU ITU RAJA!”

Inilah klimaks Yesaya 52:7.

Strukturnya bergerak:

DAMAI

KABAR BAIK

KESELAMATAN

ALLAHMU ITU RAJA!

Dalam teks Ibrani:

mālakʾĕlōhayik (Allahmu memerintah sebagai Raja).

Keil dan Delitzsch melihat kalimat ini sebagai pengumuman bahwa Allah tampil dalam pemerintahan-Nya sebagai Raja-Penebus.

Dan inilah poin yang sangat penting secara teologis:

Allah bukan baru menjadi Raja pada saat itu.

Allah selalu berdaulat.

Tetapi sekarang:

PEMERINTAHAN-NYA DINYATAKAN

DALAM TINDAKAN PENYELAMATAN-NYA.

Ray Ortlund melihat pengumuman ini sebagai berita tentang pemerintahan Sang Raja atas segala sesuatu yang melawan umat Allah.

Alec Motyer juga melihat tema Raja yang memerintah di Sion sebagai salah satu tema besar yang mengikat nubuat Yesaya.

Karena itu Injil bukan hanya:

“Allah mengasihisaya.”

Bukan hanya:

“Dosa sayadiampuni.”

Lebih besar:

ALLAH ADALAH RAJA.

Dan inilah koreksi bagi Injil yang terlalu berpusat pada manusia.

Kadang-kadang Injil dipersempit menjadi:

Yesusakanmembuathidupmulebihnyaman.”

Yesusakanmemenuhisemuaimpianmu.”

Yesusakanmembuatmuberhasil.”

Tetapi Yesaya berseru:

“ALLAHMU ITU RAJA!”

Dengan kata lain:

INJIL BUKAN MENEMPATKAN MANUSIA DI TAKHTA

DAN MEMINTA ALLAH MENOLONGNYA.

Injil:

MENURUNKAN MANUSIA DARI TAKHTA

DAN MENGEMBALIKAN ALLAH KE PUSAT.

D. A. Carson menekankan bahwa Injil bergerak di bawah pemerintahan dan kemenangan Kristus Sang Raja; dalam Perjanjian Baru, kedaulatan Allah dinyatakan melalui pemerintahan Kristus yang menang.

Karena itu:

YESUS BUKAN HANYA JURUSELAMAT.

YESUS ADALAH TUHAN DAN RAJA.

Aplikasi

Pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah saya percaya Yesus dapat menyelamatkan saya?”

Tetapi:

“APAKAH KRISTUS MEMERINTAH HIDUP SAYA?”

Yesus Kristus pasti sanggup menyelamatkan siapa saja yang percaya. Pertanyaan harus naik level:

Apakah Kristus Raja atas:

uang saya?

keluargasaya?

pekerjaansaya?

ambisisaya?

masa depansaya?

bahkan:

PELAYANAN SAYA?

IV. ORANG YANG MENERIMA KABAR BAIK DIPANGGIL MENJADI PEMBAWA KABAR BAIK

Di sinilah Paulus membawa Yesaya 52:7 ke dalam konteks misi:

“Dan bagaimanamerekadapatmemberitakan-Nya, jikamerekatidakdiutus? Sepertiadatertulis: ‘Betapaindahnyakedatanganmereka yang membawakabarbaik!’” Roma 10:15

Artinya, Paulus memahami gambaran Yesaya sebagai sesuatu yang memperoleh penerapan penuh dalam pemberitaanInjilKristus.

Urutannya:

DIUTUS

PERGI

MEMBERITAKAN

ORANG MENDENGAR

ORANG PERCAYA

Ada prinsip misi yang sangat penting:

GEREJA TIDAK MENCIPTAKAN BERITA.

GEREJA MEMBAWA BERITA.

Nicholas Reid menekankan bahwa inti kabar dalam Yesaya 52 bukan sekadar bahwa dosa manusia diampuni, melainkan bahwa Allah memerintah dan membawa umat masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Ilustrasi: Kurir Raja

Seorang kurir kerajaan menerima surat dari raja.

Tugasnya hanya:

MEMBAWA

dan

MENYAMPAIKAN.

Ia tidak boleh berkata:

“Bagian ini kurang populer. Saya hapus.”

Atau:

“Kalimat Raja terlalu keras. Saya lunakkan.”

Karena kalau ia mengubah pesan Raja:

IA BUKAN LAGI UTUSAN YANG SETIA.

Demikian juga gereja.

Kita tidak berhak menghapus:

dosa,

penghakiman,

pertobatan,

salib,

kebangkitan,

iman,

dan:

KERAJAAN KRISTUS

demi membuat Injil lebih mudah diterima.

John Stott terkenal menekankan dalam pelayanan penginjilan bahwa tugas gereja adalah menjadi saksi Kristus, bukan mengubah substansi berita agar sesuai dengan selera zaman.

GerejabukanpemilikInjil. GerejaadalahpelayanInjil. Karena itukitatidakmempunyaihakuntukmengubahberita Sang Raja.

PENUTUP

APA YANG MEMBUAT KAKI ITU INDAH?

Betapaindahnyakelihatandaripuncakbukit-bukitkedatanganpembawaberita….”

John Oswalt membantu kita melihat adegan ini:

Kota sedang menunggu.

Penjaga berdiri di tembok.

Di kejauhan muncul seorang pelari.

Ia datang dari medan pertempuran.

Semakin dekat.

Lalu berita itu terdengar:

KITA MENANG!

Mengapa kakinya indah?

Bukan karena kakinya bersih.

Kaki itu mungkin:

berdebu,

berkeringat,

terluka,

kelelahan.

Tetapi kaki itu indah karena:

BERITA YANG DIBAWANYA INDAH.

Inilah pesan bagi setiap pelayan Tuhan.

Keindahan pelayanan kita bukan terutama:

gelarkita,

jabatankita,

popularitaskita,

besarkecilnyagerejakita,

atau:

berapabanyak orang mengenal nama kita.

Keindahan seorang pembawa Injil terletak pada:

BERITA YANG DIBAWANYA.

Dan berita itu bukan:

“LIHATLAH SAYA.”

Tetapi:

“LIHATLAH KRISTUS!”

Dia datang.

Dia mati bagi orang berdosa.

Dia bangkit.

Dia menyelamatkan.

Dia memerintah.

Dan Dia akan datang kembali.

Maka gereja pergi kepada dunia membawa empat seruan:

ADA DAMAI!

ADA KABAR BAIK!

ADA KESELAMATAN!

Dan klimaksnya:

ALLAHMU ITU RAJA!

Ray Ortlund menggambarkan bagian ini sebagai sukacita karena Sang Raja datang dan pemerintahan-Nya akhirnya akan mencapai ujung-ujungbumi.” 

Karena itu pertanyaan terakhir bukan:

Apakah kaki sayacukupindah?”

Tetapi:

“APAKAH SAYA MAU PERGI?”

Dan bukan:

Apakahsayacukuphebat?”

Tetapi:

“APAKAH SAYA SETIA MEMBAWA BERITA SANG RAJA?”

Betapaindahnyakedatanganmereka yang membawakabarbaik!”
 Roma 10:15

Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dukungan untuk Pelayanan

Jika Saudara tergerak untuk mendukung karya Tuhan yang sedang dikerjakan, kami membuka kesempatan bagi Saudara untuk berbagi kasih melalui persembahan kasih. Setiap dukungan yang diberikan akan sangat berarti bagi kelangsungan pelayanan penginjilan dan pembinaan rohani yang kami lakukan.

Terima kasih atas setiap dukungan dan doa yang diberikan. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap kebaikan hati Saudara dengan limpah anugerah-Nya.

Soli Deo Gloria.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

© 2025 Pdt. Em. Yanvantius Tulai, M.Th. All rights reserved.